[Tips Facebook] Kesalahan dalam Menggunakan Facebook


Untuk anak-anak era milenium kedua, nampaknya tidak ada yang tidak mengenal Facebook. Saking populernya, jejaring sosial ini telah digunakan lebih dari sepertujuh penduduk dunia. Yang menarik dari jejaring sosial ini adalah kamu bisa meletakkan biografimu selengkap-lengkapnya, sehingga bisa menjalin pertemanan dengan kerabat yang dulu mungkin terpisah jauh dan kamu rindukan, bahkan juga menjalin kemitraan dengan beberapa orang baru baik secara profesional maupun untuk keperluan hobi. Di Facebook, kamu juga bisa menghilangkan penat dengan memainkan game, chatting, maupun mengikuti filosofi yang diberikan oleh akun-akun inspiratif tertentu.

Meskipun demikian, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang dalam ‘Facebook-an’. Yang dimaksudkan kesalahan disini adalah tindakan-tindakan terkesan lebay yang menjadikan orang lain (perlu diperhatikan: orang lain disini kebanyakan adalah teman-teman dekat dan kerabat kamu loh) melihat perilakumu sebagai suatu hal yang diluar kewajaran atau nilai kepantasan.

Apakah hal-hal yang merupakan kesalahan dalam menggunakan Facebook tersebut? Kali ini kita akan mengulasnya satu per satu khusus untuk kamu ^_^

Menjadikan Facebook sebagai ‘Medan Pertempuran’

Tak peduli apa ideologimu, bagaimana perasaanmu hari ini, ataupun kejengkelan kamu pada seseorang, mengumbar kemarahan dan ‘berkelahi’ di Facebook bukan merupakan pilihan yang bijak.

Lebih konyol lagi jika kamu adalah remaja yang menggunakan Facebook untuk bertengkar dengan orang tua atau saudara kamu di Facebook. Bila terjadi pertengkaran dengan orang yang kamu kenal baik, berbicaralah langsung atau minimal gunakan telepon untuk menyatakan pendapatmu. Bertengkar di jejaring sosial akan terlihat sangat tidak pantas dan terkesan konyol. Masih sering terlihat remaja-remaja menggunakan Facebook untuk bertengkar dengan pacarnya. Duh!

Over-Ekpos Pernikahan di Facebook

Pernikahan memang peristiwa sekali seumur hidup yang mengesankan. Tapi itu bukan berarti kamu kemudian harus over ekspos tentang pernikahan kamu. Kalau kamu sudah lama menikah dan sudah lebih dari dua kali update status yang mengarahkan link ke foto-foto pernikahan kamu, maka kamu sudah sedikit berlebihan dalam memamerkan pernikahan kamu. Apalagi kalau sampai step by step pernikahan kamu posting untuk update status. Duh, teman-teman yang menyaksikan foto kamu nongol di wall mereka lagi dan lagi pasti merasa sebal.

Pamer Luka

Mungkin ada pesan yang ingin kamu sampaikan ketika kamu update status bahwa kamu masuk rumah sakit akibat terlalu banyak  makan donat. Makanan enak itu membahayakan kalau terlalu banyak. Tapi kalau kamu main futsal, lalu seseorang mentackle kakimu sehingga berdarah-darah dan terancam diamputasi, plis deh jangan mengunggah foto semacam itu ke wall.

Cowok (ABG SMA terutama) banyak yang merasa bangga ketika upload memar serta bekas bacokan (Wait a minute! Bacokan?!… Yes, I’m serious!) setelah siangnya terlibat tawuran dengan sekolah lain.

Itu bukan pemandangan yang menyenangkan untuk mereka yang berteman dengan kamu (ingat: foto yang kamu upload tersebut akan ditayangkan ke wall mereka).

Barang Jualan atau Tempat Kerja

Iya deh, barang yang kamu jual bagus dan tempat kerja kamu keren! Tapi bila kamu menggunakan akun Facebook pribadi (bukan untuk kepentingan usaha atau profesionalisme), bukan hal yang pantas untuk sering-sering upload foto barang jualan atau tempat kerja kamu. Maksudnya disini adalah, mari kita bayangkan skenario dimana si M (penggemar James Bond, bukan inisial M untuk seorang mahasiswi yang baru tertangkap basah kemarin) – adalah senior marketing untuk Mercedez Benz. Wuih! Tapi bila si M ini teman kamu dan tiap hari wall kamu serasa dibombardir oleh produk-produk yang ia jual (padahal yang ia gunakan adalah akun pribadi), tentu saja kamu akan merasa eneg.

Seseorang akan memilih untuk “Like” atau berteman dengan akun online shop atau profesional khusus penjual bila mereka tertarik dengan produk tertentu. Tapi bila berteman secara pribadi, saya yakin kita tidak mengharapkan untuk mendapatkan tawaran penjualan yang sedemikian sering dari teman kita.

Setiap hari mengupload foto ruang kerja kamu untuk sedikit show off tentang betapa sibuknya kamu di kantor ber-AC, kursi yang empuk dan meja penuh berkas, juga tidak akan menjadikan orang lain nyaman akan hal itu.

Pembahasan Kelewatan tentang Bayi

Memiliki anak untuk beberapa orang memang momen yang sangat membahagiakan dalam hidup. Tidak masalah kalau kamu senang meng-upload tingkah laku lucu dari anak-anak kamu.

Tapi kalau kamu menginjak pembahasan detil seputar bayi terkait:

  • Informasi tentang uterus dan sekitarnya
  • Foto bayi yang belum dimandikan
  • Pembahasan tentang menyusui
  • Foto yang menyiratkan ketelanjangan (baik ibu maupun bayi)
  • Akan menjadikan orang lain tidak nyaman untuk menatap wall-nya. Kamu bisa membuat website khusus tentang itu dan mungkin orang-orang yang ingin membahasnya secara serius dan ilmiah. Tapi memasukkan konten semacam ini di Facebook dimana semua orang bisa melihatnya bukan hal yang bijak.

    Detil-detil Kisah Asmara

    Ini hal yang paling sering dilakukan remaja kita. Foto mesra (padahal belum menikah), ciuman, dan bahkan yang lebih vulgar lagi. Tentu saja hal ini tidak akan menjadikan orang lain merasa nyaman untuk menyaksikannya. Kita selalu merasa ‘ngenes’ bila menyaksikan Profile Picture remaja yang dengan hot tengah mencium pacarnya. Duh!

    Dan kalau kamu menjawab, “Urusan guweh! Masalah buat loh!”

    Maka kita akan menjawab, “Banget!” Update status atau upload foto di Facebook itu sama dengan memaksa orang lain menonton sebuah tayangan. Tentu saja kamu merasa tidak nyaman bila menyaksikan hal yang tidak ingin kamu saksikan di media umum!

    Gamer di Facebook

    Kalau saja untuk tiap kali undangan bermain game tertentu di Facebook, jika kita mendapatkan satu rupiah saja, pasti sekarang kita sudah beli rumah di Pondok Indah!

    Memang ini sebagian besar muncul karena ketidaktahuan. Sebenarnya kamu bisa mematikan notifikasi semacam itu ketika mendaftar ke game tersebut dengan mengubah sasaran notifikasi menjadi “Only Me”. Tapi banyak juga yang tidak memperhatikan hal ini. Akibatnya, hampir tiap hari notifikasi di Facebook penuh dengan undangan bermain game ini itu.

    Untuk kamu yang juga merasa kesal dengan hal tersebut, kamu bisa membaca tips tentang cara menghilangkan notifikasi dari Facebook.

    Menggunakan Facebook secara berlebihan untuk Pengadaan Event

    Salah satu fitur Facebook yang memudahkan adalah kamu bisa menggunakan Facebook untuk merancang sebuah event, lalu menyebarluaskannya ke teman-temanmu. Ini akan sangat memudahkan dan membantu, apalagi bila teman-temanmu cukup jauh tinggalnya dari wilayahmu.

    Tapi akan sangat mengganggu bila kamu mengadakan event tiap minggu dan mengundang semua temanmu untuk datang. Tidak semua orang tinggal dekat denganmu sehingga bisa menghadiri event sesering mungkin.

    Bila kamu memang memiliki event reguler, buatlah grup tersendiri dimana orang-orang yang memiliki minat yang sama dengan kamu bisa ikut bergabung. Bila akun pribadimu digunakan untuk kepentingan ini, lama-lama teman-teman lain akan kesal!

    Jurnal Politik

    Dengan berinteraksi di Facebook, orang akan berharap untuk mengenal kamu secara pribadi. Jika kamu menggunakan akun pribadi kamu untuk memaparkan ideologi politik kamu secara terus menerus, maka teman-teman kamu akan merasa sebal. Di Indonesia, ini benar-benar terjadi pada beberapa simpatisan partai tertentu loh. Tentu saja kamu merasa tidak nyaman mendapatkan update status tentang politik setiap hari lewat Facebook.

    Bila kamu ingin menyebarkan ideologi politikmu lewat Facebook, sebaiknya:

  • Buatlah sebuah blog
  • Perkenalkan blog tersebut pada teman-teman Facebook kamu
  • Cantumkan tautan blog tersebut di profil kamu
  • Berhentilah posting tentang politik di Facebook, dan lakukan hal itu di blog kamu saja

    Cara ini lebih efektif dan bermartabat untuk menyajikan pandangan kamu tentang politik.

     
    Oke! Hal-hal yang dibahas di atas adalah kesalahan yang sering terjadi dalam menggunakan Facebook. Pada dasarnya si buku muka ini adalah jejaring sosial yang interaktif (dan adiktif) sehingga memungkinkan kamu untuk lebih memperluas pergaulan sosial kamu, serta menjalin hubungan kembali dengan teman-teman lama kamu. Dalam artian Facebook sebenarnya bisa menambahkan nilai positif dalam hidup kamu selama kamu mau memperhatikan orang-orang yang berinteraksi dengan kamu di jejaring sosial tersebut!
    Sumber : pusatgratis

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s