Ada Rencana Memiliki iPhone?


Beberapa Hal yang Perlu Kamu Tahu

Salah satu karya besar Steve Jobs yang mengubah dunia smartphone adalah iPhone. Smartphone yang hampir seluruhnya dilapis layar sentuh ini kemudian menjadi acuan produsen lain dalam menghasilkan smartphone, termasuk juga Samsung yang saat ini meraja. iPhone sendiri kemudian menjadi lambang ‘ponsel pintar yang mengerti kamu’ – seiring juga dengan prestise serta gengsi bila kamu menggunakannya. Bila kamu tengah memilih-milih untuk menggunakan smartphone tertentu, kemudian pada akhirnya karena satu dan lain hal menjatuhkan pilihan pada Apple iPhone, maka ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui seputar iPhone untuk menghindarkan kamu dari ‘culture shock‘, karena biasa menggunakan smartphone lain, misalnya BlackBerry dan Android, kemudian menggunakan iPhone.

Dalam artikel ini, kita akan membahas hal-hal seputar iPhone termasuk mungkin meluruskan beberapa informasi yang keliru terkait kepemilikan iPhone. Kita akan mulai dari memperkenalkan apa itu iPhone.

Apa itu iPhone?

Ide awal iPhone sangat brilian. Steve Jobs mendambakan sebuah ponsel yang ‘sangat cerdas’ sehingga mudah untuk kamu gunakan dan menunjang kinerja harian kamu. Wujudnya, mengikuti selera Jobs bahwa Simplicity is the ultimate sophistication – Kesederhanaan itu adalah kecanggihan tertinggi! Smartphone tersebut haruslah sangat sederhana, sehingga mudah dioperasikan, kemudian ia juga harus mampu melakukan berbagai fungsi sebagaimana halnya komputer. Untuk melakukan ini, pendiri dan CEO legendaris Apple tersebut sampai ‘menyabot’ pengembangan iPad yang dirintis oleh Apple. Ia menggunakan konsep iPad yang murni menggunakan layar sentuh dan memasangkannya pada perangkat yang lebih kecil, sehingga menciptakan iPhone yang kita kenal sekarang.

Dengan bangga, Steve Jobs memperkenalkan hasil re-invensi Apple ini sebagai produk yang merubah dunia.

Dari video tersebut, kamu bisa menyaksikan bahwa secara sederhana, iPhone merupakan gabungan antara perangkat iPhone, kemampuan koneksi internet Mac, dan juga perangkat untuk menelepon. Penjelasan yang sangat sederhana meskipun pada prakteknya iPhone dapat melakukan jauh lebih banyak dari itu.

Kamu tidak perlu memberi perangkat iPhone berbasis Carrier

Bila kamu tinggal di Indonesia, lalu mencermati berbagai artikel tentang iPhone, kamu akan mendapati bahwa iPhone dibandrol secara berbeda tergantung carrier yang merilisnya. Apa itu carrier? Di Indonesia, istilah ini mirip dengan operator. Jadi di AS sono, Apple bekerja sama dengan operator ponsel sehingga nantinya Apple hanya bisa digunakan berdasarkan jaringan operator tertentu yang menyertainya. Nah, untuk kamu yang berada di Indonesia, produk iPhone dari carrier tertentu (secara online) jelas lebih murah, tapi akan sulit bagi kamu untuk menggunakannya di Indonesia, karena ia hanya bisa digunakan oleh carrier disana. Kamu bisa membelinya dengan sistem yang hampir sama dari Telkomsel, Indosat, atau XL. Ketiganya menjadi Carrier Apple di Indonesia. Jadi kamu tidak perlu membeli perangkat iPhone berbasis carrier yang ada di Amrik.

Kamu juga bisa membeli versi Unlock dari iPhone. Versi Unlock adalah perangkat iPhone yang sudah dibebaskan keterikatannya dari carrier tertentu, sehingga kamu bisa mengisinya dengan kartu apa saja sesuai selera kamu.

Perangkat Apple lain tidak diperlukan kok

Mungkin ada teman-teman kamu yang menakut-nakuti bahwa membeli iPhone harus disertai dengan membeli produk Mac, karena iPhone akan susah diatur dengan menggunakan PC berbasis Windows. Menurut mitosnya, perangkat iPhone hanya cocok dan kompatibel dengan produk Apple lain, sehingga otomatis kamu akan mendapatkan sebuah ponsel tak berguna bila hanya membeli iPhone saja. Isu ini tidaklah benar. Satu-satunya yang diperlukan iPhone untuk memudahkan adalah akses ke iTunes. Kamu bisa mendapatkan akses tersebut dengan meng-install software iTunes for Windows. iPhone juga bisa dibaca dengan baik di PC loh..

Kita bahkan bisa dengan mudah menggunakan iPhone sebagai modem untuk PC-nya yang berbasis Windows. Tidak ada kesulitan untuk hal tersebut.

Tidak ada masalah dengan kontak

Karena perangkat iPhone terkenal akan keeksklusifannya, banyak yang khawatir bahwa kontak mereka akan hilang ketika menggunakan iPhone. Isu yang beredar menyatakan bahwa tidak mungkin memindahkan kontak dari ponsel Nokia Symbian atau Android ke iPhone. Ternyata tidak.

Memindahkan kontak mudah saja kok. Bila kamu kesulitan mengkopikannya, kamu bisa minta tolong iPhone center di kota kamu atau carrier untuk Indonesia seperti Telkomsel, Indosat atau XL (terkait kemungkinan kontak kamu ada yang ‘menempel’ di kartu SIM’

Kamu perlu Apple ID

Perangkat Android memerlukan akun Google agar bisa memaksimalkan fungsinya. Perangkat Apple juga tidak berbeda. Kamu perlu membuat akun, kemudian menghubungkannya dengan kartu kredit atau metode pembayaran kamu untuk membeli berbagai aplikasi dan lagu yang ada di iTunes. Oya, ini bagian yang agak beratnya. Kamu sebaiknya memiliki kartu kredit (atau paling tidak menggunakan kartu kredit tertentu), karena berbagai aplikasi yang ada di AppleStore sebagian besar harus dibayar, termasuk juga lagu-lagu yang dibeli lewat iTunes. Salah satu ‘keistimewaan’ iPhone adalah kamu tidak bisa mengkopi aplikasi atau lagu dari perangkat iPhone milik teman kamu. Kamu harus membelinya sendiri. Minimal lagu yang dikopikan ke iPhone haruslah hasil CD orisinil yang dipindahkan lewat perangkat Mac.

Kamu tidak bisa memindahkan Aplikasi Favorit kamu dari Android

Banyak aplikasi Android yang dijual di iOS, tapi itu tidak berarti kalau di handheld kamu sebelumnya kamu sudah memiliki aplikasi tersebut, lalu kamu bisa memindahkannya dengan mudah ke iPhone baru kamu. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kamu harus membelinya ulang dari Apple Store atau iTunes.

iOS apps dari Google juga banyak kok

Banyak aplikasi Google yang bisa dijalankan di iPhone, misalnya Google Maps, Gmail, dan Chrome. Kamu tidak perlu khawatir bila terbiasa menggunakan produk-produk Google tersebut, lalu beralih ke iPhone, kamu akan kehilangan semuanya. Tidak demikian kok. Kamu tetap bisa memanfaatkan aneka aplikasi dari Google tersebut. Bahkan Google Maps diakui Google lebih baik bila digunakan pada perangkat iPhone.

Melti Tasking lebih sulit di iPhone

Mungkin memang multi-tasking lebih baik di perangkat Android, terutama bila kamu menggunakan Galaxy Note. iPhone memungkinkan multi tasking, akan tetapi tidak semudah Android. Untuk membuka panel multi-task, kamu harus melakukan double-tap pada tombol Home di iPhone. Ini akan menjadikan beberapa ikon yang biasa kamu pakai tertutup. Aplikasi tambahan akan terbuka dengan melakukan swipe ke sebelah kiri. Swipe ke kanan akan mengendalikan aplikasi musik milik iPhone.

Kamu tidak bisa melihat aplikasi yang berjalan bersamaan seperti pada perangkat Android, terutama yang baru. Panel multi-tasking ini juga tidak berjalan secara background. Kamu akan merasa membuka aplikasi baru dari homescreen.

Kamu perlu membuat ringtone baru

Sudah punya ringtone kesayangan dari perangkat sebelumnya? Perangkat iPhone hanya mengenali ringtone yang berformat  “.m4r”. Ini berarti semua ringtone lama kamu (bila kamu memindahkannya) tidak akan bekerja. Kamu harus membuat yang baru.
Kamu bisa mensinkronkan ringtone kamu yang lama menggunakan iTunes. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, inilah sebabnya kamu perlu menginstall software iTunes di PC kamu. Dari sini kamu akan banyak terbantu untuk mengelola berbagai fungsi iPhone.

Sambungan USB kamu tidak akan berfungsi

Semua perangkat iPhone dan iPad menggunakan apa yang disebut Lightning connector. Ini tidak kompatibel dengan USB. Ini berarti bahwa perangkat iOS kamu tidak akan bisa memanfaatkan semua charger, dock, atau perangkat USB lainnya. Pengecualiannya adalah, perangkat ini hanya bisa terkoneksi secara wireless. Ini perlu menjadi perhatian kamu sebelum membeli iPhone.

Semua Aplikasi terintegrasi hanya dengan iOS

Berbagai aplikasi di Android bisa di-sharing dengan mudah. Semua aplikasi memiliki setting sendiri-sendiri sehingga memudahkan kamu untuk mengutak atiknya, kamu tidak perlu terhubung dengan sistem utama Android.
Ini berbeda dengan iOS dimana semua aplikasi terikat dengan iOS. Mengubahnya berarti kamu harus menuju ke sistem iOS. Kebanyakan aplikasi menginstall control panel miliknya masing-masing di menu Setting dan notifikasi dikontrol dari Settings -> Notifications. Apple juga mensupport Facebook dan Twitter langsung dari iOS, yang mana keduanya bisa di-update dari layar notifikasi iOS.

Ini berarti beberapa aplikasi setting menu-nya tidak jelas. Bila kamu sebelumnya menggunakan Android, kamu akan kebingungan. Tipsnya adalah, bila kamu tidak bisa menemukan setting yang ingin kamu ubah dari aplikasi tersebut, kamu bisa melihat pada Setting Menu utama iPhone.

Nah, demikianlah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum kamu membeli iPhone. Perangkat ini memang menjanjikan prestise dan gengsi yang lebih besar. Namun secara fungsional, apalagi untuk kita di Indonesia, sebetulnya penggunaan iPhone kita tidak optimal. Kamu perlu melakukan jailbreak bila ingin lebih memaksimalkan fungsi iPhone, tapi hal ini sebenarnya tidak disarankan oleh Apple sendiri karena mereka menginginkan kontrol ketat terhadap pengalaman pengguna produk buatannya.
Sumber : pusatgratis

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s